Perpuluhan-Children of Men atau Roh?

Pada awal Perjanjian Lama, Abraham menetapkan pola memberikan anak-anaknya bisa mengikuti seluruh sisa Kovenan. Jadi dalam menanggapi awal Perjanjian Baru, nenek moyang kita, sama seperti Abraham lakukan, membentuk pola memberi juga. Tapi kita sudah bertindak sebagai anak-anak di bawah Perjanjian Lama. Kami telah memilih untuk mengikuti surat yang bertentangan dengan Roh.

Banyak orang berpendapat bahwa Kitab Kisah Para Rasul disebut "Kisah" karena catatan tindakan para rasul, tetapi dalam kenyataannya itu adalah tindakan Roh Kudus yang tercatat. Karena Kisah Para Rasul adalah catatan tentang karya Roh Allah, kita harus tetap percaya dalam hidup, bernapas Allah, dan bukan tradisi dan catatan yang ditetapkan oleh laki-laki. Rasul awal bertindak sebagai respons terhadap Roh Allah yang hidup dan bernafas dalam diri mereka, melainkan kita ingin mengambil karya-karya mati Abraham dan menempatkannya pada bahu semua orang menanggung.

Yang perpuluhan tidak kekurangan dari upaya kami untuk menempatkan Allah yang hidup kita ke dalam kotak yang sesuai kebutuhan kita. Mengapa kita membuang-buang energi kita berusaha untuk menghasilkan orang-orang Kristen dipandu oleh hukum atau oleh Abraham? Jika Abraham harus menjadi pemandu kami, maka Tuhan akan menggunakan dia untuk membimbing bangsa Israel di padang gurun. Tapi dia malah dipakai tiang api dan kepulan mewakili Roh Kudus. Israel tidak dituntun melalui padang gurun oleh staf Musa, dan tidak seharusnya kita dibimbing oleh karya-karya Abraham.

Anak-anak manusia lahir dari karya manusia sendiri tapi anak-anak dari Roh lahir menjadi panggilan spiritual. Apakah Anda seorang anak laki-laki atau Anda seorang anak Allah dan Roh-Nya? Kemudian berikan sesuai.

Kembali ke Tithe dan Offerings home page

Possibly Related Posts

Tinggalkan Komentar

Harap dicatat: Komentar moderasi diaktifkan dan keterlambatan Mei komentar anda. Tidak perlu untuk kembali komentar Anda.